Pasrah ku bener gak ya ?
Mungkin, Penjelasan pasrah dapat disederhanakan dengan contoh orang yang mau tidur. Ketika hendak tidur, kita pasrah, tidak tahu, besok kita akan bangun lagi atau tidak, pasrah dan akhirnya tertidur. Mungkin jika berfikir bagaimana caranya tidur, yang ada malah gak tidur.
Misal lain, keadaan yang sudah
menemui jalan buntu ketika menghadapi masalah, mentok, natap, deg.
yang ada sudah gak bisa mikir, nyerah akan apa yang akan terjadi, biar sajalah
terjadi. Atau seperti orang yang punya penyakit sangat berat dan tidak bisa
disembuhkan, pasrah mau diapakan sama dokter, mung manut waelah, kurang
lebih seperti itulah konsep pasrah itu.
Rasa seperti ini sebenarnya sempat
aku dapat hari-hari kemarin, tapi cuma mak greeg dan byaarr. tapi
setidaknya, karena aku sudah dapat prekonsepnya, aku mengikuti rasa itu.
Saat roso itu turun ke hati, hati rasanya gak kuat, greegg, dan
aku pun gak kuat menahan air mata yang keluar. keadaan ini aku dapatkan sewaktu
duduk santai malam-malam di samping kamar sambil rokokan. Roso
yang turun aku rasakan seperti ada yang mengelus kepalaku dengan sayang dan
lembut. Sampai ketika aku jadi imam sholat subuh, serasa disayang dan dielus seperti
itu siapa yang menolak ? ditambah hati yang lunak, ditangiskan, disayang,
dibelai-belai dan memang tubuh kita juga seperti lunglai, sehingga menikmati
keadaan ini sampai dalam wirid ba’da sholat.
Semoga, aminn
Tidak ada komentar: