BERONTAK SEPI YANG RAMAI
Pada sisa nadi, Rindu yang kini mulai retak, seenggaknya aku masih bisa mengingat dentuman yang meledak keras dalam hatimu kala itu. Aku masih bisa meraba halus tutur katamu yang segar itu, yang renyah itu dan yang membuat tak ingin atau bahkan tak pernah enyah.
Aku masih ingat saat kau memanggulku sore hari itu, dengan sarung yang kau gulung sampi lutut kakimu itu. Mengajakku ke tempat yang ramai itu, nampaknya kau ingin memperlihatkan kepadaku bahwa _"dunia manusia itu kompleks sekali nak !! "_
Aku ingat sekali saat kau mengajakku pergi ke kota itu, di halaman rumah temanmu itu kau sedikit bergurau dengan menepukku dengan sapa yang khas itu, lalu kau melangkah cepat agar aku bisa mengikutimu.
Dan ....
Aku masih ingat, saat kau terbujur di kasur itu, dengan dikelilingi sanak keluarga besarmu yang nampaknya tidak bisa menerima kenyataan terhadap dirimu itu, dan aku yang entah apa yang ku rasakan kala itu, dan kau tidak memberitahu ku, atau nampaknya kau tak sempat berkata padaku, bahwa mulai saat itu, kau mulai bekerja di negeri yang tak ku tahu, dan akan lama sekali kau lagi menjumpaiku.
Dan aku .....
Tidak ada komentar: