KORUPSI KEFILSAFATAN PANCASILA

Apakah yang terjadi selama ini?, Korupsi Kefilsafatan Pancasila. Kadar Kefilsafatan Pancasila itu terabaikan dan tidak disadari, sehingga yang merajalela kefilsafatan yang lain, apakah itu Konsumtivisme atau Hedonisme atau bahkan Filsafat-Korupsi yang lainnya. yang tidak kalah bahayanya, yakni yang memandang bahwa Pancasila itu bukan suatu Sistem Filsafat. Pancasila itu bisa berkonotasi Philosophy of Pancasila dan Pancasila = Philosophy. Pada yang pertama terbuka berbagai kajian, misalnya Islamic and javanic - Philosophy of Pancasila, sementara untuk yang kedua : Pancasila - Philosophy of  Islam and java. Kebulatan sistematisnya tentu saja berupa Philosophy of Pancasila.

Pancasila itu sungguh suatu Filsafat, terbukti dari dapatnya Pancasila itu disarikan sebagai Tri-Sila, (Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi dan Ketuhanan YME), bahkan Eka-Sila, yakni Gotong- royong. Pada skala global, dunia bahkan memiliki Filsafat Gotong- Royong itu, yakni Filsafat Organisme (Filsafat Proses), yang memandang semesta segala itu sebagai berstruktur (Lahir - Batin) dan Berproses (Awal-Akhir). Kearifan lokal .Jawa misalnya mengenal baik struktur Ralitas itu sebagai Ajaran Pamoring Kawula - Gusti, sementara mengenai Proses kosmisnya : Sangkan-Paraning Dunadi.

Sila - sila dalam Pancasila itu mengenai struktur hirarkhis Realitas, Sila ke-5 itu lahir-nya, sila ke- I Batin-nya. Tidak cukup mengatakan bahwa Pancasila itu lahir pada 1-6-1945. Dan Pancasila itu sungguh-sungguh lahir, manakala Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sudah terwujud. Yang sungguh-sungguh menjadi masalah adalah pada prosesnya. Kenyataan memperlihatkan bahwa terjadi kesalahan urutan bacaan kejadian, yakni bukannya berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian (hilirnya), melainkan Bersenang senang dahulu  (mengkonsumsi hutang), Bersusah susah generasi kemudian

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.